Diberlakukannya perizinan melalui sistem online, atau Online Single Submission (OSS), membuat sejumlah daerah harus menyesuaikan. Tak terkecuali di Bulungan. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan, mempersiapkan tenaga teknis untuk pengimplementasian sistem yang akan efektif diberlakukan 2019 ini. “Ada tiga SDM (sumber daya manusia) kita yang akan mengikuti magang pada lembaga OSS di BKPM RI (Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia). Pelaksanaan sekitar tanggal 18 sampai 20 Februari 2019 nanti. Itu memang petugas yang khusus untuk sistem onliit,” ujar Sekretaris DPMPTSP Bulungan, Jahrah.

Dikatakan, sejauh ini ada puluhan perusahaan di Bulungan, baik tambang, perkebunan sawit maupun lainnya yang telah memiliki izin diwajibkan untuk kembali mengurus izinnya melalui OSS. Hal ini agar bisa masuk dalam database di Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian dan lembaga terkait lainnya. Jika tidak, maka tidak dianggap terdaftar lagi.

“Kami juga telah melakukan inventarisir perusahaan yang ada di Bulungan. Nantinya kita akan lakukan pertemuan bersama. Kita juga akan arahkan untuk bagaimana menginput data, terutama agar mereka mendapat NIB (Nomor Induk Berusaha). Karena sebagian besar mereka juga belum faham terkait itu, nah nanti kita lakukan pendampingan,” jelasnya.

Jahrah mengatakan, sejumlah perusahan sudah ada konsultasi dan beberapa di antaranya meminta bantuan pihaknya untuk masuk sistem OSS itu. Pendampingan itu berkaitan dengan data-data yang diperlukan, dan akan diinput ke sistem. “Itu tadi, kita inventarisir dulu, karena untuk sistem OSS ini kita upayakan efektif di 2019 ini,” katanya.

Seperti diketahui, OSS merupakan implementasi sistem perizinan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018, tentang pelayanan perizinan perusahaan terintegrasi secara elektronik secara nasional. (*)