Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan, telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memaksimalkan pengoperasian sistem perizinan online, melalui aplikasi Online Single Submission (OSS). Untuk menyiapkan itu, pada Februari lalu,  DPMPTSP telah mengikutkan pendidikan atau magang terkait pengoperasian aplikasi OSS, pada lembaga OSS di Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI).

Dengan kesiapan SDM ini, DPMPTSP sudah mulai melayani perizinan sudah melalui sistem online. “OSS sudah ready sejak lama. Tenaga teknisnya juga sudah siap. Mereka sebelumnya diikutkan magang,” ujar Sekretaris DPMPTSP Bulungan, Jahrah.

Dijelaskan, penerapan OSS merupakan implementasi  terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2018, tentang pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik secara nasional.

Menurut Jahrah, dalam hal perizinan, pihaknya pada dasarnya hanya menunggu input dari yang mengajukan, meksipun selanjutnya juga dilakukan verifikasi data yang masuk itu.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Bulungan, baik tambang, perkebunan sawit maupun lainnya, meski sudah memiliki izin, diharuskan untuk kembali mendaftarkan izinnya melalui OSS. Ini penting, agar bisa masuk data hingga di kementerian perindustrian. “Jika tidak, maka tidak dianggap terdaftar lagi,” jelasnya.

“Inventarisir perusahaan kita lakukan, khususnya yang ada di Bulungan. Kita juga sampaikan terkait cara menginput data, terutama agar mereka mendapat NIB (Nomor Induk Berusaha). Karena sebagian besar mereka juga belum paham soal itu. Nah nanti kita lakukan pendampingan,” lanjut Jahrah.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, beberapa perusahan sudah ada yang konsultasi, dan beberapa di antaranya meminta bantuan pihaknya untuk masuk sistem OSS itu. Pendampingan perlu, berkaitan dengan data-data yang diperlukan, dan akan di-input ke sistem.

“Harapan kita di 2019 ini lebih dimaksimalkan. Terlebih saat ini kita juga menyiapkan sejumlah perizinan yang akan masuk dengan berbagai agenda pembangunan di daerah,” pungkasnya. (*)